PROBLEMATIKA DI PESISIR NUSANTARA


(www2.kkp.go.id)

Assalamu’alaykum, sahabat kesmas….

Tanah air kita Indonesia, negeri elok yang sangat dicinta. Indonesia yang dijulukan sebagai negara maritim karena luas perairan yang lebih besar daripada daratannya, yang ditandai dengan adanya ribuan pulau di seluruh nusantara. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, pulau di Indonesia berjumlah sekitar 16.056 dan garis pantai sekitar 81.200 km dengan luas lautan 5,8 juta km². Tahukah sahabat, Indonesia menempati urutan kedua negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia setelah Kanada.  Jumlah penduduk pesisir Indonesia mencapai sekitar 140 juta dari total penduduk Indonesia sekitar 264 juta jiwa. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Hal ini merupakan keunggulan komparatif dalam potensi sumber daya perikanan dan kelautan serta transportasi air. Sumber daya laut yang melimpah adalah salah satu dari sekian banyak potensi yang dimiliki bangsa ini.

Di lain pihak, sumber daya yang melimpah tidak dibarengi dengan kesejahteraan masyarakatnya, tidak serta merta menjadikan pembangunan sektor kelautan dan kemaritiman sebagai primadona dan andalan Indonesia sebagai negara maritim. Hal ini terlihat dengan masih tingginya angka kemiskinan pada masyarakat pesisir. Pasalnya, tidak semua masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dapat hidup makmur dan sejahtera, banyak masyarakat yang berada di kawasan pesisir yang mengahadapi berbagai peliknya masalah kehidupan. Masyarakat pesisir umumnya menggantungkan hidupnya dari pemanfaatan sumber daya laut dan pantai. Padahal, seperti yang sahabat ketahui dengan hanya bergantung pada pemanfaatan sumber daya laut maka masyarakat akan bergantung pada musim, karena ada beberapa biota laut yang juga bergantung pada musim.
(www.google.com)
Kemiskinan dan minimnya infrastruktur menjadi akar dari timbulnya berbagai permasalahan, baik pada aspek pendidikan, sosial, politik dan juga masalah kesehatan masyarakat. Perlu sahabat ketahui, masih banyak permasalahan kesehatan masyarakat di daerah pesisir yang sebenarnya bisa ditanggulangi tetapi masih saja terjadi hingga saat ini. Penyakit berbasis lingkungan masih sering terjadi di daerah pesisir, dipengaruhi oleh sanitasi dasar yang berkaitan dengan sampah dan saluran pembuangan air limbah, ketersediaan jamban keluarga serta ketersediaan air bersih.

Sadarkah sahabat, bahwa masalah sampah yang sudah menjadi masalah dunia juga menjadi permasalahan besar di daerah pesisir. Tidak adanya tempat penampungan sampah dan mobil pengangkut sampah serta kurangnya pengetahuan menjadikan masyarakat di daerah pesisir tidak mengolah sampah dengan benar bahkan menjadikan laut sebagai tempat sampah terbaik, padahal hal tersebut dapat mengganggu ekosistem laut dan menimbulkan berbagai masalah baru. Keadaan saluran pembuangan air limbah juga tidak menjadi perhatian bagi masyarakat pesisir, hasil akhir buangan air limbah berada di sekitaran rumah, menimbulkan genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan vektor, sehingga dapat menimbulkan penyakit yang dapat mengganggu kesehatan. Karakteristik tanah di daerah pesisir menjadikan ketersediaan air bersih menjadi terbatas, yang disebabkan oleh intrusi air laut sehingga air tanah terkontaminasi dan tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kepemilikan jamban keluarga di daerah pesisir masih belum sesuai dengan standar kesehatan yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan. Sebagaian masyarakat pesisir tidak memiliki septik tank pada jambannya, sebagaian yang lain menggunakan fasilitas wc cemplung yang hasil buangannya langsung ke laut, yang jika air pasang kotorannya ngambang. Tindakan ini tidak hanya dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan tetapi juga mencemari laut yang notabenenya sebagai sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Terlepas dari berbagai permasalahan tersebut, kita sebagai sahabat kesmas harus memahami konsep kesehatan lingkungan dengan baik, mulai mempromosikan pesan-pesan kesehatan pada orang-orang di sekitar, memulai pola hidup bersih dan sehat dari diri sendiri dan dari hal-hal yang kecil serta turut serta mendukung untuk mewujudkan cita-cita negara dalam memajukan kesejahteraan umum dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.


Sekian informasi singkat dari saya, semoga sahabat bisa memperoleh ilmu yang bermanfaat. Wassalamu’alaykum, ;))




Referensi:

Comments

  1. Sudah cukup baik artikelnya. Kreatifitas dalam membuat artikel ditingkatkan lagi. Data yang digunakan sudah baik, terus update data terbaru. Overall nice.

    ReplyDelete
  2. mantap cikaaa, infonya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  3. Mantap . Terimakasih telah berbagi ilmu 😂😂😂

    ReplyDelete
  4. Informasinya sangat bermanfaat .sukses kak apri

    ReplyDelete
  5. Sangat bermanfaat,terima kasih kka apri😊

    ReplyDelete
  6. Subhanallah.
    Terus berkreasi dan berkarya.
    Don't stop to be a positif����������

    ReplyDelete
  7. Selalu referensi dan pembandingnya di kembangkan

    ReplyDelete
  8. Kalau sudah Apri yang menulis,pasti terbaikmu
    Sering2 buat artikel Kaka apri

    ReplyDelete
  9. Nice artikelnya
    Nanti z bagikan sama masyarakat pesisir

    ReplyDelete
  10. semoga bisa menjadi referensi bagi semua pembaca:) ashiap

    ReplyDelete
  11. Waoww amazing materinya sangat bagus dan bermanfaat sekali

    ReplyDelete

Post a Comment